Sabtu, 27 Juni 2020

JADI GURU ITU KEREN LOH

JADI GURU ITU KEREN LOH

Oleh, Prayudi Ariessanto, S.Pd

 

Mendambakan kebahagia dunia dan akherat pastilah menjadi impian setiap insan. Apalagi memimpikan masa depan yang cerah dan bahagia pastilah juga impian setiap manusia. Namun semua itu pastilah bukan hanya dikejar lewat mimpi saja yang pasti kerja keras dan doa adalah yang utama untuk menggapai sebuah mimpi. Karena sudah pasti kodrat manusia diciptakan sebagai khalifah dimuka bumi ini. Karena kedudukan manusia sebagai pembangun peradaban dan kemakmuran sebagaimana firman Allah “Dia telah menghidupkan kamu di bumi dan memberi kamu kesukaan memakmurkannya (menjadikan kamu sebagai pembangun kemakmuran)”. Sudah jelas kita sebagai manusia akan berusaha mewujudkan cita-cita yang ada dalam impian kita dan segudang cita-cita yang akan ada dalam benak kita, salah satunya apakah ada dalam benak atau otak kita cita-cita utama menjadi seorang guru?

Menjadi seorang guru apa iya, lucu aja ketika kita masih kecil bila ditanya guru, “Andi kamu besar nanti, mau jadi apa?” tanya ibu guru pada Andi. “Saya mau jadi dokter , bu guru,” jawab Andi spontan. Wow, itulah kelakar jawaban kita sewaktu masih kecil hampir dominan jawaban itu bervariasi dan hanya sebagian kecil saja yang akan menjawab menginginkan menjadi seorang guru. Masa iya sih, lah saya ini sudah hampir 17 tahun mengabdikan diri menjadi seorang guru dan dari hasil observasi hanya beberapa sebagian kecil saja anak-anak didik saya yang bercita-cita menjadi guru. Pastilah guru bukan menjadi prioritas utama apalagi dalalm mimpi dan angan-angan. Toh, saya dulu bercita-cita ingin menjadi seorang polisi dan politikus tapi takdir berkata lain. Tapi sudahlah, menjadi guru bagi saya sangatlah keren dan berwawasan bahkan sangat berkemajuan.

Kata siapa jadi guru itu pekerjaan yang monoton dan membosankan? Guru justru memiliki pekerjaan yang lebih beragam menantang serta dinamis. Tiap hari kamu akan terlihat keren dimata anak-anak dengan gayamu yang milenial bahkan kamu akan terlibat dengan berbagai macam aktivitas, karakter siswa yang unik, topik-topik yang berbeda, dan tantangan baru. Menjadi guru, salah satu sosok yang digugu dan ditiru, juga jadi panutan. Guru adalah pengganti orang tua siswa di sekolah. Guru merupakan agen pembaharu (change agent) dalam pembaharuan pendidikan, keterlibatan guru mulai dari perencanaan inovasi pendidikan sampai dengan pelaksanaan dan evaluasinya. (Sugito,2011) Agen pembaharu adalah bentuk lain dari orang berpengaruh. Mereka sama-sama orang yang mampu mempengaruhi sikap orang lain untuk menerima suatu inovasi.

Bukan perkara mudah untuk menemukan guru yang keren guru yang mampu beradaptasi dengan perkembangan jaman. Definisi keren menurut (Thariq Izzah, 2018 ) adalah orang yang sudah tertempa oleh kerasnya dunia kerja. Bisa berperilaku profesional, baik itu dalam melakukan pekerjaannya maupun berhubungan dengan orang lain. Orang yang sudah mencoba dan terbukti kapabilitasnya di industry nyata. Jadi menurut, Thariq Izzah, definisi keren adalah “ a person whose strength is your flaws”. Jadi menurut saya guru yang keren itu adalah guru yang profesional mampu mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, dan melakukan penilaian pada peserta didiknya. Seorang guru tidak hanya dituntut memiliki kemampuan atau kompetensi profesional edukatif, tetapi juga harus memiliki kemampuan pedagogik dalam proses mengajar, serta kepribadian yang dapat diteladani oleh siswa, keluarga maupun masyarakat. Guru yang keren juga mampu mendesain bahan ajar dengan apik dan fleksibel mengikuti perkembangan jaman karena guru yang keren adalah seorang desainer yang handal dalam segala hal dan mampu berevolusi dengan situasi dan keadaan apapun. Apalagi di era teknologi dengan informasi yang berkembang dengan cepat dan pesat mengharuskan seorang guru untuk berpikir yang lebih modern dan profesional dalam menguasai teknologi secara baik terukur dan terarah. Bukan hanya sekedar tahu dan mampu saja yang harus diperhatikan adalah menguasai teknologi sesuai dengan perkembangan jaman bagi kebutuhan siswa-siswanya.

Guru Keren Harus Percaya Diri

Apakah setelah menjadi guru keren sudah cukup? Menurut saya belum lah cukup kalo hanya menjadi guru keren saja harus ditambah lagi. Apa coba? Guru keren haruslah percaya diri mampu menutupi kekurangannya menjadi satu kelebihan. Tampil dengan perfect di depan siswa-siswanya bahkan orang banyak. Kemapuan seorang guru yang profesional dan keren jika tidak ditopang oleh rasa percaya diri pastilah akan terasa kurang, ibarat berpakaian yang rapi dengan setelan jas tapi alasnya sandal jepit…hahaha.

Berikut definisi dan pengertian percaya diri, menurut Lauster (2002), percaya diri merupakan suatu sikap atau perasaan yakin akan kemampuan diri sendiri sehingga orang yang bersangkutan tidak terlalu cemas  dalam tindakan-tindakannya, merasa bebas untuk melakukan hal-hal sesuai keinginan dan bertanggung jawab atas perbuatannya, hangat dan sopan dalam berinteraksi dengan orang lain, memiliki dorongan berprestasi serta dapat mengenal kelebihan dan kekurangannya. Sedangkan menurut Hakim (2002), percaya diri adalah suatu keyakinan seseorang terhadap segala aspek kelebihan yang dimilikinya dan keyakinan tersebut membuatnya merasa mampu untuk dapat mencapai berbagai tujuan dalam hidupnya. Jadi, menurut saya percaya diri (self convidence) adalah meyakinkan pada kemampuan dan penilaian diri sendiri dalam melakukan tugas dan memilih pendekatan yang efektif. Hal ini termasuk kepercayaan atas kemampuannya menghadapi lingkungan yang semakin menantang dan kepercayaan atas keputusan atau pendapatnya.

Tentulah akan semakin keren seorang guru bila dalam dirinya tertanam rasa percaya diri (self convidence) karena guru memiliki peran yang sangat sentral dan vital dalam upaya menciptakan generasi muda yang berkualitas. Kepercayaan diri seorang guru akan dapat tergambar dalam setiap tingkah lakunya. Karena itu, untuk melihat kepercayaan diri seseorang maka dapat dilihat dari sikap dan penampilan perilakunya. Misalnya, setiap orang pasti merasa mampu untuk berbicara dengan siapapun. Namun kondisinya akan sangat berbeda ketika seseorang dihadapkan dengan suasana ruang kelas yang di dalamnya terdapat peserta didik yang memiliki  berbagai karakteristik dan lainnya. Nah, disitulah akan terlihat bagaimana  kemampuan berbicara kita diuji, ada sebagian orang yang gugup, merasa tidak percaya diri dan lain sebagainya. Tentunya hal itu pernah dirasakan oleh setiap guru yang baru menjadi seorang guru. Tidak dapat dipungkiri bahwa, saat berbicara didepan kelas bahkan dalam suasana yang dihadapi begitu berbeda kemungkinan seseorang akan terbata-bata dalam berbicara dihadapan siswanya.

Nah, kondisi seperti inilah yang mengharuskan seorang guru tetap action dan percaya diri. Berusahalah untuk rileks dan menikmati semua yang telah terjadi secara wajar. Biarkan semuanya mengalir, dan ikuti suasana yang akan terjadi pada saat mengajar. Ketegangan juga terjadi biasanya karena seseorang memikirkan hal-hal negative misalnya ketakutan melakukan berbagai kesalahan yang tidak perlu.

Fokuslah pada bagaimana meningkatkan kekuatan yang kita miliki, dan jangan terpaku pada bagaimana meminimalisir kelemahan. Kelemahan adalah hal yang manusiawi, dan tidak perlulah dibesar-besarkan. Tugas sebagai guru adalah bagaimana memaksimalkan kesan mendalam bagi siswa. Dengan mengajar sesuai dengan gaya dan hati nurani kita, maka kita bisa dengan leluasa mengeluarkan semua ekspresi dan inovasi tanpa beban. Dengan demikian, potensi yang ada dalam diri kita bisa kita keluarkan semuanya.

Setiap guru juga memiliki gaya mengajar masing-masing. Gaya mengajar juga adalah satu ciri khas sehingga menjadi pembeda satu guru dengan guru lainnya.  Ada guru yang suka mengajar banyak duduk, ada pula yang senang berdiri, selalu mengitari ruang kelas. Bahkan sepatu dan bunyi detak langkah guru ketika berjalan mengitari ruang kelas merupakan satu ciri khas gaya guru yang spesifik bagi masing-masing siswa. Cara berbahasa dan berbicara guru yang bervariasi dan diselingi humor ini salah satu gaya yang disenangi oleh banyak siswa dikelas. Namun yang mesti diperhatikan ketika guru berbicara hendaknya guru selalu mengarahkan perhatiannya pada siswa, jangan sering melihat keluar ruangan karena hal ini dianggap kurang menghargai siswa. Guru harus dapat mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan menguasai manajemen kelas dengan baik dan tidak selalu terfokus pada siswa tertentu.

Karena itu dalam membangun mental dan percaya diri guru dalam mendidik siswa tidaklah mudah perlu latihan dan pembiasaan yang dilakukan secara terus menerus, sehingga guru memiliki kesiapan mental yang optimal untuk dapat mengajar dengan baik dan yang pasti percaya diri. Kepercayaan diri akan berujung dengan kesuksesan jika diniatkan untuk berkontribusi yang terbaik bagi pendidikan. Apalagi jika seorang guru tidak patah semangat saat pembelajarannya kurang begitu berhasil di dalam kelas, ia langsung berefleksi dan menghindari untuk menyalahkan factor lain diluar dirinya. Jika ini dilakukan secara konstan terus menerus dilakukan maka akan terjadi peningkatan kinerja yang signifikan. Guru akan menjelma jadi guru yang rasa percaya dirinya meningkat, kreatif, inovatif dan profesioanal.

Nah, jadi guru itu keren loh kuncinya hanya percaya diri.

 

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  WAKAF CINTA By : Yudi Aries Dingin semilir angin malam menusuk kolbu Impianku dalam kerinduan yang teramat dalam Nyanyian damai te...